Senin, 04 Juli 2011

Ito Pernah ke KPK Bahas Kasus Alkes

Satu-satunya cara untuk mengikuti terbaru tentang
adalah untuk terus tinggal di mencari informasi baru. Jika Anda membaca segala sesuatu yang Anda temukan tentang
, itu tidak akan memakan waktu lama bagi Anda untuk menjadi otoritas yang berpengaruh.
JAKARTA, KOMPAS.com" Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Ito Sumardi pernah mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bertemu dengan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja dan tim penyidik. Kedatangan Ito, menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, guna berkoordinasi terkait penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) penanggulangan flu burung di Kementerian Kesehatan.

"Saya kurang tahu persis kapan. Memang benar membahas tentang beberapa kasus yang ditangani kepolisian yang berkaitan dengan KPK. Jadi memang ada pertemuan itu," kata Johan, Senin (4/7/2011) di Jakarta.

Dalam kasus pengadaan alkes itu, M Nazaruddin juga disebut-sebut terlibat. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu disebut pernah menjadi pemegang saham pada perusahaan yang diduga terlibat proyek pengadaan itu.

Informasi tentang
disajikan di sini akan melakukan salah satu dari dua hal: baik itu akan memperkuat apa yang anda ketahui tentang
atau akan mengajari Anda sesuatu yang baru. Keduanya hasil yang baik.

Menurut Johan, tidak ada yang istimewa dari kedatangan Ito menemui Ade dan tim penyidik saat itu. Pertemuan Ito dan tim penyidik KPK tersebut hanya sebatas supervisi dan koordinasi. "Kalau soal datang ke KPK kan bisa koordinasi. Bukan hal baru kan. Artinya, KPK juga sering ke Polri, kita kan punya supervisi," kata Johan.

Terkait penanganan kasus dugaan korupsi alkes, Johan menjelaskan bahwa KPK dan Polri sama-sama tengah menelusuri kasus itu. "KPK memang mendapat data dari pengaduan masyarakat tentang alkes. Kepolisian juga memang sedang melakukan proses penyelidikan waktu itu. Pihak kepolisian sudah memproses lebih jauh waktu itu," ungkap Johan.

Atas dasar itulah, KPK dan Polri saling mendukung dalam kasus ini dengan saling berbagi data. "Kalau ada datanya bisa di-share, kita sharing. Ini fungsi supervisi dan tidak hanya satu kasus yang dibahas," ujarnya.

Nama Ito Sumardi ikut terseret dalam pusaran kasus yang diduga melibatkan Nazaruddin. Pemberitaan majalah Tempo menyebutkan, penyidik KPK menemukan data yang menunjukkan adanya aliran dana senilai 50.000 dollar AS dari Nazaruddin ke Ito. Temuan tersebut merupakan hasil penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di kantor Nazaruddin di Tower Permai, Mampang Prapatan, Jakarta. Ada pula bukti kuitansi dua kali pengeluaran uang untuk Bareskrim Polri masing-masing senilai 75.000 dollar AS dan 25.000 dollar AS.

Harinya akan datang ketika Anda dapat menggunakan sesuatu yang anda baca di sini untuk mendapatkan dampak yang menguntungkan. Kemudian Anda akan senang Anda mengambil waktu untuk mempelajari lebih lanjut tentang
.

Minggu, 03 Juli 2011

Ruhut Tak Yakin Nazaruddin di Balik BBM

Paragraf berikut ini merangkum karya para ahli
yang benar-benar akrab dengan semua aspek
. Heed saran mereka untuk menghindari kejutan
.
JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul tak yakin sosok yang menyebarkan aneka informasi melalui BlackBerry Messanger (BBM) mengenai aliran dana terkait kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet Sea Games adalah Muhammad Nazaruddin.

"Pasti enggak itu dari dia? Jangan-jangan Nazaruddin enggakmengatakan itu. Ada orang saja yang menangguk angin keruh," katanyakepada wartawan saat dihubungi, Senin (4/7/2011).

Seperti diberitakan, dari Singapura, melalui BBM, Nazaruddin menuding sejumlah orang menerima aliran dana kasus wisma atlet. Di antaranya ia menyebut anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDI-P I Wayan Koster, anggota Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga politisi Partai Demokrat Andi Mallarangeng.

Setelah Anda mulai bergerak melampaui informasi latar belakang dasar, Anda mulai menyadari bahwa ada lebih banyak
dari Anda mungkin memiliki pikiran pertama.

Menurut Ruhut, Nazaruddin sebaiknya segera kembali ke tanah air dan menunjukkan fakta hukum dan bukti atas keterangan-keterangannya yang menyentil petinggi partai. Ia  menegaskan, fakta hukum lebih dibutuhkan daripada seliweran pernyataan di ruang publik.

"Kalau ada bukti fakta hukum, harus ditindak, usut semua. KPK harus berani, tanpa pandang bulu. Masyarakat termasuk saya mengidolakan KPK, jadi kerjanya harus benar, profesional," tandasnya.

KPK telah menetapkan Nazaruddin sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Selain Nazaruddin, kasusini melibatkan tiga tersangka lainnya yakniSekretaris MenteriPemudadan Olahraga Wafid Muharam, DirekturPemasaran PT Anak NegeriMindoRosalina Manulang, dan ManajerPemasaran PT Duta Graha Indah,MohamadEl Idris.

Sebelumnya, KPKmenjadwalkan tiga kali pemanggilan pemeriksaan terhadap Nazaruddindalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus itu. Namun, Nazaruddinmangkir. Ia mengaku berada di Singapura untuk berobat jantung.

Jadi sekarang Anda tahu sedikit tentang
. Bahkan jika Anda tidak tahu segalanya, Anda sudah melakukan sesuatu yang berharga: Anda telah memperluas pengetahuan Anda.

PPP Target Tambah 12 Juta Anggota

Anda harus dapat menemukan beberapa fakta yang sangat diperlukan tentang
dalam paragraf berikut. Jika ada setidaknya satu fakta anda tidak tahu sebelumnya, bayangkan perbedaan itu bisa membuat.
BANDUNG, KOMPAS.com - Partai Persatuan Pembangunan atau PPP menargetkan menambah anggota sekitar 12 juta orang selama tiga tahun ke depan hingga 2014.

"Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan figur pemimpin yang memiliki satu agenda utama yakni menyejahterakan rakyat Indonesia," kata Suryadharma Ali pada pembukaan Muktamar VII PPP di Gedung Sabuga, Bandung, Minggu (3/7/2011). Muktamar akan berlangsung hingga Kamis (7/7/2011).

Ia menjelaskan, pemimpin yang memiliki agenda utama mensejahterakan masyarakat akan mendorong pertimbuhan ekonomi yang signifikan. Hal itu dilakukan, kata dia, dengan memberdayakan masyarakat miskin yang tinggal di desa-desa.

Jika fakta
Anda out-of-date, bagaimana yang mempengaruhi tindakan dan keputusan? Pastikan Anda tidak membiarkan slip
informasi penting oleh Anda.

"Dengan diberdayakannya masyarakat miskin, maka mereka akan bekerja dengan semangat sehingga mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat nasional," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Suryadharma juga menjelaskan, salah satu solusi memberdayakan masyarakat miskin di desa-desa dengan memberikan lahan pertanian melalui program reforma agraria.

Kondisi di Indonesia, kata dia, memiliki wilayah daratan dan lahan perkenbunan sangat luas, tapi banyak rakyatnya tidak memiliki lahan pertanian. "Jika rakyat miskin itu diberikan lahan pertanian untuk digarap, saya kira mereka tidak tidak tertarik lagi untuk bekerja di sektor informal di luar negeri," katanya.

Suryadharma juga mengusulkan, agar pemerintahmelakukan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor informal ke luar negeri. "Bahkan, kalau perlu dihentikan saja pengiriman TKI keluar nenegeri," katanya.

 

Tidak ada keraguan bahwa topik
bisa menarik. Jika Anda masih memiliki pertanyaan yang belum terjawab tentang
, Anda mungkin menemukan apa yang Anda cari dalam artikel berikutnya.

Sabtu, 02 Juli 2011

Hukum Keok, Negara Terancam Gila

Dalam dunia sekarang ini, tampaknya hampir semua topik terbuka untuk diperdebatkan. Sementara aku sedang mengumpulkan fakta untuk artikel ini, saya cukup terkejut menemukan beberapa masalah yang saya pikir diselesaikan sebenarnya masih dibicarakan secara terbuka.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat hukum Usman Hamid dari International Center forTransitional Justice menilai buruknya penegakan hukum di Indonesia juga memberi sumbangsih besar bagi merosotnya kualitas kehidupan bernegara. Pasalnya, sejak memformulasikannya di awal pun, tak lagi ditujukan demi keadilan masyarakat.


"Pada formulasi hukum, badan-badan pembuat UU membuat bukan untuk keadilan tapi untuk keuntungan pencari keuntungan ekonomi, misalnya UU terkait minyak, gas dan mineral. Itu justru memberikan manfaat kepada perusahan besar, mengabaikan hak-hak masyarakat di sekitarnya. Juga masyarakat yang tergusur minimarket. Terjadi perkembangan liberal. Hukum bukan untuk keadilan rakyat tapi pemangku kepentingan ekonomi yang bonafid," katanya di sela diskusi mingguan Polemik, Sabtu (2/7/2011).

Usman mengatakan selalu ada upaya elit untuk menghalangi tegaknya hukum dan keadilan. Ini dilakukan semata-mata untuk menguntungkan diri sendiri, keluarga dan juga para pengikutnya, termasuk pemilik modal.

Benar-benar ide yang baik untuk menyelidiki sedikit lebih dalam subjek
. Apa yang Anda pelajari dapat memberikan kepercayaan diri yang Anda butuhkan untuk usaha di daerah baru.

Usman mencontohkan kasus Nunun Nurbaeti, dimana suaminya, Adang Darajatun enggan mengungkap keberadaan Nunun. Padahal, Adang adalah seorang anggota dewan yang membidani masalah hukum dan seorang mantan petinggi aparat hukum.

Menurutnya pula, tahap aplikasi hukum tak kalah mengecewakan. Usman mencontohkan kasus Gayus Tambunan yang bisa bebas berkeliaran padahal berstatus terpidana dan tengah dipenjara. Uang, lanjutnya, bisa mengendalikan penegakan hukum.

Kaum minoritas juga terus teraniaya tapi negara tak mampu melindungi. Sementara itu, tahap eksekusi hukum pun tak kalah kacaunya. Aparat hukum Indonesia tidak memenuhi standar keadilan hukum."Negara terancam gila. Ini bisa menggambarkan realitas hukum saat ini," tandasnya.

 

 

Harinya akan datang ketika Anda dapat menggunakan sesuatu yang anda baca di sini untuk mendapatkan dampak yang menguntungkan. Kemudian Anda akan senang Anda mengambil waktu untuk mempelajari lebih lanjut tentang
.

Dorong Lulusan Terbaik PT Jadi PNS

Jalan terbaik tindakan untuk mengambil kadang-kadang tidak jelas sampai Anda telah terdaftar dan dianggap alternatif Anda. Paragraf berikut ini akan membantu petunjuk Anda ke apa yang para ahli pikir signifikan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Maraknya korupsi, kolusi dan nepotisme yang mengerogoti Indonesia menuju kegagalan bisa dijawab dengan perbaikan kualitas sumber daya manusianya.


Psikolog politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengatakan harus ada dorongan kepada lulusan-lulusan terbaik dan berintegritas untuk mau bekerja di institusi-institusi pelayanan publik.

"Orang-orang terbaik di kampus saya itu malah lebih ingin masuk menjadi pegawai swasta, yang ranking-ranking bawah justru jadi PNS. Orang-orang terbaik malah enggak mau masuk jadi PNS," katanya dalam diskusi mingguan Polemik, Sabtu (2/7/2011).

Jika Anda tidak memiliki detail yang akurat tentang
, maka Anda mungkin membuat pilihan yang buruk pada subjek. Jangan biarkan hal itu terjadi: terus membaca.

Hamdi juga bertutur mahasiswanya enggan bergabung dengan partai politik dan meniti karir menjadi politisi karena citra buruk dunia politik yang ditunjukkan elit-elitnya selama beberapa tahun belakangan. Perilaku para politisi yang buruk dan fungsi yang tak maksimal dikerjakan menjadi kekecewaan di mata publik.

"Mahasiswa saya juga enggak mau jadi politisi. Saya kan orang baik katanya, seolah-olah yang masuk ke politik itu orang buruk. Padahal, mereka-mereka itulah yang sekarang menentukan hidup kita. Maka kita doronglah orang-orang baik untuk masuk ke instansi publik," tambahnya.

Menurut Hamdi, negara juga perlu memikirkan cara yang tepat untuk mendorong generasi muda terbaik dan berintegritas untuk bekerja di sektor publik. Salah satunya, dengan memikirkan insentif kepada lulusan-lulusan terbaik ini. Tak bisa diingkari bahwa penghidupan yang layak memang menjadi iming-iming besar bagi para lulusan universitas di perusahaan-perusahaan swasta dan multinasional.

"Insentifnyalah kita dorong sehingga orang-orang terbaik yang selama ini melihat perusahaan swasta insentifnya lebih besar, mau masuk ke sana. Lalu penghargaan dan kemudian integritas dalam rekrutmen masuk ke institusi publik," tandasnya.

Luangkan waktu untuk mempertimbangkan poin-poin di atas. Apa yang Anda pelajari dapat membantu Anda mengatasi keraguan Anda untuk mengambil tindakan.

Jumat, 01 Juli 2011

Satgat TKI Fokus Pada Hukuman Mati

Apakah Anda pernah merasa seperti Anda tahu hanya cukup tentang
akan berbahaya? Mari kita lihat apakah kita dapat mengisi sebagian dari celah dengan info terbaru dari para ahli
.
JAKARTA, KOMPAS.com -Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) M Jumhur Hidayat mengemukakan, Satgas TKI dibentuk untuk fokus dalam lobi-lobi terkait masalah TKI yang menghadapi hukuman mati.

Sebagian besar informasi ini berasal langsung dari pro
. Hati-hati membaca untuk mengakhiri hampir menjamin bahwa Anda akan tahu apa yang mereka ketahui.

"Satgas itu hanya untuk hukuman mati, jadi lebih fokus lagi dengan menggunakan berbagai jalan untuk melakukan lobi, termasuk lawyer (pengacara) dan pemerintah. Bahkan anggota satgas itu bukan dari pemerintah," kata Jumhur, usai pelepasan 544 TKI formal di halaman kantor BNP2TKI, Jumat (1/7/2011).

Jumhur menegaskan, tidak akan ada tumpang tindih soal penanganan kasus TKI antara Satgas TKI dengan BNP2TKI."Tidak ada tumpang tindih, karena ini hanya untuk hukuman mati," tegasanya.

Pembentukan satgas penanganan 303 TKI yang terancam hukuman mati ini merupakan salah satu rekomendasi Sidang Paripurna DPR dalam membenahi masalah TKI. Rekomendasi lainnya adalah memberlakukan jeda penempatan sementara TKI pekerja rumah tangga ke Arab Saudi yang telah diputuskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berlaku mulai 1 Agustus 2011.

Sebagai pengetahuan Anda tentang
terus tumbuh, Anda akan mulai melihat bagaimana
cocok ke dalam skema keseluruhan hal. Mengetahui bagaimana sesuatu berhubungan ke seluruh dunia juga penting.

Berbohongkah Andi Nurpati 1

Satu-satunya cara untuk mengikuti terbaru tentang
adalah untuk terus tinggal di mencari informasi baru. Jika Anda membaca segala sesuatu yang Anda temukan tentang
, itu tidak akan memakan waktu lama bagi Anda untuk menjadi otoritas yang berpengaruh.
KOMPAS.com " Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD melaporkan Ketua DPP Partai Demokrat Andi Nurpati ke polisi. Tuduhannya serius. Mahfud menuding Andi melakukan pemalsuan surat keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pemilu 2009 di Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I. Surat palsu itu memenangkan anggota DPR dari Partai Hanura, Dewi Yasin Limpo.


Mengetahui ada yang tidak beres, MK mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa surat yang menjadi dasar putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU)tersebut adalah surat palsu dan menyerahkan kursi DPR kepada yang berhak, yaitu Mestariyani Habie dari Partai Gerakan Indonesia Raya.

Di hadapan Panitia Kerja Mafia Pemilu Komisi II DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (21/6/2011), Mahfud memaparkan hasil tim investigasi MK. Awalnya, tutur Mahfud, MK mengirimkan dua surat bernomor 112/PAN.MK/VIII/2009 dan 113/PAN.MK/VIII/2009 kepada KPU pada 17 Agustus 2009. Surat diantar ke kantor KPU oleh juru panggil MK, Masyhuri Hasan, dan panitera pengganti MK, Nalom Kurniawan.

Karena tidak menemukan Andi di sana dan tidak ada komisioner KPU yang lain, mereka melapor kepada panitera MK, Zainal Arifin, melalui telepon. Zainal menelepon Andi dan mendapat petunjuk dari Andi untuk mengantarkan surat ke Studio JakTV karena Andi ada acara di sana.Atas petunjuk Zainal, Hasan dan Nalom meluncur ke Studio JakTV. Di sana keduanya bertemu dengan Andi dan menyerahkan kedua surat tersebut.

"Surat diantar atas permintaan Andi Nurpati. Setelah menerima langsung surat itu dan mengetahui isi surat tersebut, Andi meminta agar surat diserahkan kepada sopirnya bernama Aryo. Aryo yang kemudian menandatangani tanda terima (berita acara penyampaian surat) kedua surat itu," ungkap Mahfud.

Selanjutnya, pada 2 September 2009, lanjut Mahfud, KPU mengadakan rapat pleno dan mengeluarkan keputusan KPU Nomor 379/Kpts/KPU/2009 berdasarkan Surat MK bernomor 113 tertanggal 17 Agustus 2009. Sementara, keputusan berikutnya yang memberikan perolehan kursi Dapil 1 Sulsel kepada Dewi Yasin Limpo justru memakai Surat MK Nomor 112 bertanggal 14 Agustus 2009 yang diperoleh dari faksimile.

"Rapat pengambilan keputusan KPU saat itu dipimpin Andi Nurpati. Menurut pengakuan Andi Nurpati, Surat MK Nomor 112 tertanggal 14 Agustus diterima melalui faksimile. Adapun Surat MK Nomor 112 tanggal 17 Agustus tidak digunakan dengan alasan tidak distempel," tutur Mahfud.

Mahfud membantah keras MK mengirim surat melalui faksimile seperti yang diakui Andi. Apalagi, menurut Mahfud, informasi dari PT Telkom Kebon Sirih, nomor faksimile4 surat itu, 021-3800239, tidak aktif sejak Juli 2009, satu bulan sebelum pengiriman faksimile Surat MK Nomor 112 tanggal 14 Agustus 2009.

"Mengapa Andi Nurpati tidak memakai Surat MK Nomor 112 tertanggal 17 Agustus yang sudah diterimanya sendiri? Jika memang tidak ada stempel pada surat itu, mengapa surat yang 113 berstempel padahal dibuat bersamaan? Jika tidak berstempel, kenapa tidak dipertanyakan kepada MK, ada surat tidak berstempel dan justru menggunakan surat lain yang berasal dari faksimile?" ujar Mahfud saat itu.

Andi membantah

Andi Nurpati membantah uraian Mahfud. Di hadapan Panja Mafia Pemilu, Kamis (30/6/2011) malam, dengan tenang Andi menuturkan kronologis surat berdasarkan versinya. Menurutnya, pada tanggal 17 Agustus 2009, ia tidak menerima telepon dari Zainal Arifin, melainkan Masyhuri Hasan. Hasan, lanjutnya, menyatakan akan memberikan surat kepadanya.

"Dia (Hasan) tidak bilang surat apa, hanya bilang surat dari MK. Saya katakan, kenapa tidak dibawa saja ke kantor KPU. Dia (Hasan) mengatakan tidak ada yang bisa ditemui di KPU," ujar Andi.

Hasan, lanjut Andi, kemudian datang menemuinya seorang diri (tanpa Nalom) di Gedung JakTV. Andi mengaku tidak melihat surat-surat yang dibawa Hasan dan menyuruhnya diberikan kepada sopirnya, Hary Almavintomo alias Aryo.

"Saya saat itu harus live di TV jadi tidak bisa menerimanya dan saya katakan harusnya dibawa ke kantor KPU. Tapi, jika sopir saya berkenan, silakan bisa titip ke sopir saya," tutur Andi menirukan saat ia berbicara dengan Hasan.

Anda tidak dapat mempertimbangkan semua yang anda hanya membaca untuk menjadi informasi penting tentang
. Tapi jangan heran jika Anda menemukan diri Anda mengingat dan menggunakan informasi ini sangat dalam beberapa hari mendatang.

Keterangan Andi bertentangan dengan penuturan Nalom. Di hadapan Panja, Nalom yang dikonfrontasi bersama Andi menyatakan, ia bertemu dengan Andi. Hasan memperkenalkannya dengan Andi.

"Saya waktu itu datang dengan Hasan. Hasan duduk di sofa dengan Ibu Andi Nurpati. Hasan menyerahkan map yang kemudian dibuka oleh Ibu Andi. Lalu, Ibu Andi bilang, kalau (putusan MK) dikabulkan, kenapa (Dewi Yasin Limpo) tidak menang? Saat itu Hasan juga memperkenalkan saya kepada Andi Nurpati. Saya berdiri tepat di depan sofa itu. Kemudian saya pulang duluan karena Mas Hasan belum mau pulang, ia katakan dijemput adiknya. Jadi, saya pulang duluan," ujar Nalom.

Dengan wajah dingin, Andi kekeuh hanya bertemu Hasan saat itu. Ia juga mengaku tidak membuka surat yang dibawa Hasan. "Saya tidak kenal Nalom dan tidak pernah bertemu dengan Nalom. Saya bertemu Hasan waktu itu berdiri, tidak duduk di sofa, dan Hasan hanya sendirian. Saya belum melihat isi surat dan berapa surat yang dibawa," tegasnya.

Andi, sopir, dan staf KPU

Andi tidak hanya membantah keterangan staf MK. Ia juga membantah keterangan mantan sopir pribadinya, Aryo, dan mantan staf pribadinya di KPU, Matnur. Andi membantah telah memerintahkan Aryo untuk memberikan surat putusan Mahkamah Konstitusi kepada Matnur. Surat bernomor 112/PAN.MK/VIII/2009 dan 113/PAN.MK/VIII/2009 tertanggal 17 Agustus 2009 yang dibawa Hasan, menurut pengakuan Andi, ditolaknya sehingga belum sempat ia melihat isi surat. Ia meminta surat itu diberikan kepada Aryo.

Menurutnya, saat Aryo menerima surat dari Hasan, ia segera memerintahkan Aryo agar memberikan surat itu kepada staf Ketua KPU. Ia mengaku sama sekali tidak melihat bentuk surat itu ataupun isinya.

"Saya katakan kepada sopir saya (Aryo) saat di mobil, agar diberikan kepada staf pimpinan karena, katanya, waktu di mobil surat itu ditujukan kepada ketua. Jadi ketika dia tanyakan, saya bilang serahkan kepada ketua. Ternyata dia serahkan ke Matnur. Saya tidak tahu itu," ujar Andi di depan Panja.

Aryo sendiri mengaku memang dititipkan surat oleh seseorang bernama Hasan dari MK. Ia sempat menolak tapi tetap diberikan. Sebelumnya, Aryo sempat melihat Hasan masuk ke JakTV dan kemungkinan memang bertemu Andi. Ia menyatakan bahwa Andi menyuruhnya memberikan kepada staf Andi, Matnur.

"Saya akhirnya tanda tangan tanda terimanya. Kemudian saya sampaikan kepada Ibu, ada surat dari MK. Saya disuruh simpan suratnya di jok depan dan besok diserahkan kepada Saudara Matnur," ujar Aryo ketika ditanya kembali oleh Panja mengenai pernyataan Andi.

Sementara itu, dalam pengakuan Matnur, setelah mendapat surat dari Aryo atas perintah Andi, ia kemudian menanyakan kepada Andi bagaimana dengan surat-surat MK yang dibawa Aryo. Andi justru memintanya memberikan Surat MK Nomor 113 kepada Ketua KPU, sedangkan surat bernomor 112, Andi minta kepadanya untuk disimpan saja.

"Saya menyerahkan dua surat (dari Aryo), saya tidak tahu tanggapan Ibu (Andi Nurpati) apa. Tapi, saya diperintahkan Ibu agar surat 113 diberikan kepada Ketua KPU dan 112 disimpan. Sugiarto (teman Matnur) tahu bahwa saya menyerahkan 113 kepada Pak Ketua, 112 ini disimpan atas perintah Ibu," tutur Matnur.

Lagi-lagi Andi membantah keterangan Matnur. Ia bersikeras tidak memerintahkan demikian kepada Matnur. "Saya tidak pernah memerintahkan, memproses, menyimpan kedua surat. Setahu saya surat itu sudah diproses karena saya minta Aryo menyerahkan kepada staf pimpinan. Saya tidak pernah terima surat dari Matnur. Saya tidak mungkin menyuruhnya menyimpan, harusnya diproses," kilah Andi.

Perdebatan ini berlangsung beberapa menit. baik Aryo maupun Matnur tetap membantah pernyataan Andi. Mereka bersikukuh, Andilah yang memerintahkan mereka.Ketika seorang anggota panja menanyakan apakah keduanya memiliki kepentingan dengan dua surat tersebut, Aryo dan Matnur mengaku tidak sama sekali. Matnur menyatakan tidak mengenal Dewi Yasin Limpo sehingga tidak ada kepentingan untuknya menggelapkan atau mengubah putusan MK itu.

Sayang sekali Hasan tidak hadir malam itu. Ia tidak memenuhi panggilan panja. Namanya selalu disebut di setiap jejak peristiwa surat MK. Hasan merupakan saksi kunci. Polisi telah menetapkannya sebagai tersangka. 

(Bersambung)

Selanjutnya: Berbohongkah Andi Nurpati? (2)

Tidak ada salahnya untuk baik-informasi yang terakhir pada
. Bandingkan apa yang telah Anda pelajari di sini ke artikel masa depan sehingga Anda dapat tetap waspada terhadap perubahan di bidang
.